Pakaian Adat Gorontalo

Pakaian Adat Gorontalo

Pakaian Adat Gorontalo

Pakaian Adat Gorontalo
Pakaian Adat Gorontalo

Baju adat Gorontalo dan Penjelasannya:

 

Filosofi Warna Pakaian Adat Gorontalo.

Keunikan pakaian adat gorontalo ini terletak pada jenis warna pakaian yang mengandung filosofi tersendiri yan mendalam. Masing – masing warna mempunyai arti dan kegunaan masing – masing. Berikut ini arti warna dalam baju adat gorontalo.

  • Warna merah mempunyai arti keberanian dan tanggung jawab.
  • Warna hijau mempunyai arti kesuburan, kedamaian, kesejahteraan serta kerukunan.
  • Warna kuning emas mempunyai arti kemuliaan, kejujuran, kesetiaan dan kebesaran.
  • Warna ungu mempunyai arti kewibawaan dan keanggunan.
  • Warna coklat mempunyai arti tanah, yang berarti kematian atau kuburan.
  • Warna hitam mempunyai arti keteguhan dan ketakwaan kepada Tuhan.
  • Warna putih mempunyai arti kesucian dan kedukaan.

Pakaian Adat Pernikahan Gorontalo

Saat akad nikah sendiri, pakaian pengantin gorontalo disebut dengan pakaian adat gorontalo walimono dan payungga. Untuk pakaian pengantin gorontalo wanita yang disebut dengan biliu mempunyai arti diangkat. Pakaian adat gorontalo biliu ini digunakan pasa saat pengantin wanita bersanding di tempat pelaminan atau puade.

Aksesoris yang digunakan dalam pakaian pengantin gorontalo wanita hiasan kepala yang disebut  buyalo boute serta kondeyang dihiasi dengan sunthi. Sedangkan aksesoris pada baju pengantin gorontalo pria dinamai dengan payungga tilambia. Aksesoris tersebut menjadi ciri – ciri pakaian khas adat gorontalo yang sangat unik.

Dalam adat pernikahan gorontalo, terdapat tradisi yang dinamakan dengan dutu. Dimana dalam sehari sebelum acara pernikahan, pengantin pria mengantar harta atau mahar yang disertai dengan buah – buahan. Masing – masing buah juga mempunyai makna tersendiri.

Buah jeruk mempunyai arti sifat yang merendahkan diri. Buah nanas melambangkan bahwa pengantin pria harus bisa menjaga diri sendiri. Untuk buah nangka berarti pengantin pria harus memiliki sifat yang penyayang. Sedangkan tebu kuning sendiri mempunyai makna bahwa pengantin harus menjadi seseorang yang dicintai, tabah dan teguh terhahap  pendiriannya.

 

Nama Pakaian Adat Gorontalo:

Pakaian Adat Gorontalo
Pakaian Adat Gorontalo

Secara detail sendiri memang tidak disebutkan Nama baju Adat Gorontalo secara resmi. Untuk penyebutan namanya lebih condong ke jenis aksesoris yang dipakai untuk Pakaian Adat Pria dan Wanita. Namun untuk pakaian pengantin Gorontalo diberi nama biliu dan makuta. Untuk Mukuta dan walimono digunakan pengantin pria, sedangkan biliu dan payungga digunakan oleh pengantin wanita, untuk penjelasannya ada dibawah ini.

Aksesoris Pakaian Pengantin

Keunikan baju adat gorontalo terletak pada aksesorisnya. Pakaian pria dan wanita memiliki aksesoris tersendiri. Sedangkan untuk baju adat gorontalo anak terkesan lebih simple. Bahkan pada pakaian adat gorontalo anak saat ini mendapat sentuhan modern. Sehingga membuat anak – anak yang mengenakan baju adat tersebut menjadi lebih menggemaskan. Berikut ini adalah daftar aksesoris pada baju adat gorontalo :

 

Pakaian adat gorontalo wanita.

  • Baya lo boute.

Baya lo boute merupakan ikat kepala yang digunakam untuk pengantin wanita. Ikat kepala itu sendiri  melambangkan suatu simbol ikatan. Seorang wanita akan mempunyai ikatan pernikahan dengan pria. Serta harus memenuhi suatu kewajiban sebagai seorang istri.

  • Tuhi – tuhi.

Aksesoris kepala ini merupakan gafah yang berjumlah 7 buah. Tuli – tuli tersebut sekaligus menjadi simbol dari kerajaan yang terdapat di gorontalo. 7 kerajaan tersebut memiliki0 hubungan kekerabatan yang erat tanpa adanya suatu perselisihan apapun. 7 kerajaab tersebut antaralain, Limboto, Gorontalo, Tuwawa, Hulontalo, Limitu, Bulonga, dan Atingola.

  • Lai – lai.

Lai – lai ini diletaktakan tepat di ubun – ubun. Aksesoris ini merupakan aksesoris yang wajib dalam sebuah  baju adat gorontalo. Baik pakaian adat gorontalo tradisional maupun baju adat gorontalo modern, tidak terlepas dari aksesoris ini. Sebab lai – lai memiliki arti yang cukup dalam, yaitu budi luhur, kesucian dan keberanian.

  • Buohu walu wawu dehu.

    Buohu walu wawu dehu ini adalah sebuah kalung emas atau perak yang berwarna keemasan. Namun pada pakaian adat gorontalo anak, tidak menggunakan aksesoris ini. Sebab aksesoris ini mempunyai arti ikatan keluarga yang akan terjalin antara kekuarga pengantin pria dan wanita.

  • Kecubu atau lotidu.

    Kecubu ini diletakkan pada dada pengantin wanita. Simbol dari kecubu ini adalah kekuatan yang harus dimiliki seorang istri. Dalam adat gorontalo, seorang wanita harus kuat dalam menghapai kerasnya kehidupan dan berbagai macam rintangan.

  • Etango.

    Etango merupakan sebuah ikat pinggang yang mempunyai motif menyerupai kecubu. Etango juga menjadi simbol akan kewajiban bagi seorang istri. Salah satu kewajiban istri yang paling utama adalah tidak memasak makanan haram dan harus sesuai dengan syariat islam. Serta harus mempunyai sifat sederhana dan menerima.

  • Pateda.

    Aksesoris ini adalah sebuah gelang yang mempunyai ukuran cukup lebar dan berwarna keemasan. Gelang ini mempunyai arti sebagai benteng bagi wanita. Seorang wanita harus dapat membentengi dan mengendalikan diri sendiri dari perbuatan tercela dan melanggar hukum adat maupun pemerintah.

  • Loubu.

    Aksesoris loubu ialah aksesoris yang dikenakan pada jari kelingking dan jari manis. Baik jari tangan kanan maupun kiri dilengkapi dengan loubu. Arti dari aksesoris ini adalah sebuah ketelitan yang harus diperhatikan seorang wanita dalam mengerjakan kegiatan

  • Tudung makuta.

    Tudung makuta adalah sebuah hiasan kepala yang berbentuk mirip dengan bulu ungas. Tudung makuta merupakan hiasan tutup kepala yang menjadi suatu keunikan pakaian adat gorontalo. Bentuk dari tutup kepala ini terkulai kebelakang dan menjulang tinggi. Tudung makuta juga disebut dengan laapia bantali sibii.
    Aksesoris kepala pria ini melambangkan filosofi dari sifat seorang suami yang sesuai adat gorontalo. Dalam adat gorontalo seorang suami merupakan pemimpin keluarga. Sehingga harus mempunyai jiwa kepemipinan yang tinggi, berwibawa dan tegas. Namun seorang suami juga harus memilki sifat yang lembut dibalik kewibawaannya.

  • Bako.

    Kalung dalam pakaian adat gorontalo pria disebut dengan bako. Warna dari kalung ini juga kuning keemasan. Sedangkan untuk makna dari bako yang dikenakan pria ini simbol suatu ikatan. Hal ini berarti seorang pria yang memilki ikatan pernikahan dengan seorang wanita.

  • Pasimeni.

    Pasimeni hanyalah sebuah hiasan tambahan yang terdapat pada baju. Hiasan ini melambangkan keadaan di dalam kehidupan rumah tangga. Sebuah rumah tangga seharusnya mempunyai keadaan yang harmonis dan damai serta tanpa adanya suatu perkelahian yang menimbulakan keretakan rumah tangga.

Penggunaan dari pakaian adat gorontalo hanya untuk keperluan adat-adat tertentu. Misalnya upacara pernikahan, ritual keagamaan, sampai tradisi adat gorontalo. Terkadang baju adat ini juga dikenakan untuk keperluan pentas seni. Pagelaran seni dan budaya adat gorontalo yang sering pernggunakan baju adat ialah seri tari daerah. Pertunjukan seni tari daerah biasanya dilakukan oleh anak – anak dengan menggunakan pakaian adat gorontalo anak – anak lengkap dengan aksesoris –aksesorisnya.

 

 

Leave a Comment